Rabu, 20 November 2013

Makna Rahmatan lil 'alamin

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Makna Rahmatan lil 'alamin 

Illustrasi Pengelolaan lahan

Bismillahirrahmanirrohiim,
Ini adalah sebuah pendapat yang tidak usah kita perdebatkan, yang jelas mari kita persatukan ummat menjadi rahmat bagi seluruh alam, semoga kita dapat mengambil hikmah dari pendapat ini semua.


Yang disebut Bid’ah ialah sesuatu yang tidak ada dasarnya dari Alquran dan Sunnah serta bertentangan kedua sumber tersebut. Ternyata ketika Rasul ditanya sahabatnya, mengapa Rasul selalu puasa hari Senin ?. Dijawab, karena saya lahir hari Senin, maka saya syukuri hari kelahiran saya dengan puasa (HR.Muslim). 
Berdasarkan hadis tersebut, maka Maulid itu mempunyai dasar yang kuat. Kalau Rasul memperingati sekali sepekan dengan puasa, dan kita memperingati sekali setahun dengan memberi makan sesama muslim, hal itu hukum dan tujuannya sama. Yaitu berbuat baik dan bersyukur serta tidak bertentangan Alquran. Yang berbeda hanyalah kaifiatnya. Sama saja kalau Rasul pergi haji dengan berkendaraan unta dan kita dari Indonesia dengan pesawat, hukum dan tujuannya sama, dan tidak boleh disebut naik haji dengan pesawat itu Bid’ah. Demikian meniru budaya orang lain yang tidak bertentangan Alquran, sah saja. Seperti makan roti setiap pagi untuk kesehatan seperti orang Eropa, boleh saja ditiru.

Tapi penulis sendiri setuju jika kita mencari metode yang lebih efesien dan bermanfaat.

Memperingati Maulid Rasul di Indonesia bervariasi, ada yang menyambutnya dengan cara tradisional seperti pembacaan zikir dan Barzanji, ada pula dengan cara yang modern seperti ceramah. Dan ada juga yang menggabung dua-duanya.

Terlepas adanya perbedaan bentuk, semuanya itu dilaksanakan, dalam rangka “hubburrasul” (mencintai Rasul), dan “rebuild” (pembinaan iman dan akhlak). Dalam rangkaian itulah, demi menyegarkan kembali maka bagaimana makna Muhammad rahmat semesta alam menurut Alquran ?

Dalam Alquran :

Dalam Alquran terdapat 112 ayat tentang rahmat, misalnya “Imaman wa rahmah”, “mawaddah wa rahmah”, “syifa’un wa rahmah “ yang berarti kepemimpinan dan belas kasih, kasih sayang, penawar dan pembawa nikmat. Sedang kalimat yang menyebut “Rahmatan lil’alamin”, hanya ditemukan satu ayat, yakni 

وَمَآ أَرْسَلْنٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِينَ

(Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) (QS. Al-anbiya’ :1O7).

Jika kita membuka kitab-kitab tafsir, baik tafsir yang konvensional atau yang kontemporer, maka garis besar pengertian ayat tersebut, dapat dibagi tiga penafsiran:

(1) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad SAW “ Lil mu’minina khasshah” ( hanyalah yang mukimin saja), karena merekalah yang meyakini adanya Allah SWT dan meyakini kerasulan Muhammad SAW, sehingga berbuat amal saleh dengan ikhlas yang diperintahkan rasul, maka wajarlah jika mereka akan memperoleh dua kebahagiaan, di dunia dan diakhirat kelak .( Tafsir Al-Qurthubi dan Aysar Tafasir 3 : 448). Mengapa penafsiran Al-Qurtubiy, kelihatan ekstrim ?. Tak lain karena tafsirnya ditulis ketika Islam dihancurkan di Cordova (Qurtubi-Spanyol) oleh orang-orang non muslim, jadi memang tafsir itu sesuai kondisi zamannya.

(2) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad SAW “ Lil-mu’minin wal-kafirin”, (orang mukmin dan orang kafir), yakni bagi kaum mukmin akan memperoleh dua kebahagiaan yakni dunia dan akhirat, sedang bagi kaum kafir hanyalah di dunia saja berupa siksaannya ditunda serta tidak akan memperoleh siksaan dunia yang sangat kejam seperti umat yang sebelumnya, misalnya lantaran kedurhakaannya kepada Tuhan, akhirnya mukanya disunglap menjadi monyet atau babi. Menurut mufasir mengapa kaum kafir tidak memperoleh kasih sayang di akhirat, karena menolak kerasulan dan dakwah Muhammad SAW serta akidahnya tentang Tuhan meleset, yaitu menganggap Tuhan bersyarikat. (Majma’ al-Bayan dan al-Mizan l4:333)

(3) Yang memperoleh rahmat dari Nabi Muhammad, “Lil-‘aqili walighairil ‘aqil (Yang berakal dan yang tidak berakal), yakni termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan. Rahmat nabi kepada hewan sangat jelas yaitu melarang menunggangi hewan dengan lari setan, dilarang menyembelih hewan dengan pisau yang tumpul serta banyak hadis menceriterakan, kaum wanita akan memperoleh siksaan di akhirat, lantaran suka memenjarakan kucing dan tidak memberinya makan sampai mati (HR.Muslim). 
Demikian rahmat rasul terhadap tumbuh-tumbuhan dengan adanya larangan menebang pohon-pohonan tempat berlindung serta dianjurkannya untuk melestarikan lingkungan hidup.( Safwat Tafasir 2 :277 dan Ibnu Katsir 3 :2Ol).

Dengan garis besar ketiga penafsiran tersebut, maka jelaslah bahwa rasul SAW adalah pembawa rahmat lil’alamin (semesta alam).

Bagaimana pula dalam Sunnah rasul :
Dalam sunnah rasul, baik dalam uraian atau praktek, ternyata banyak sekali mutiara kemilau yang dapat disimak, misalnya tentang sabdanya: “Kasihanilah orang yang ada dibumi, niscaya anda akan dikasihi yang ada di langit” (HR.Muslim). Kemudian kasih sayangnya dalam praktek, baik ketika masih berdomisili di Mekah atau Medinah, diantaranya:

I. Terhadap Non Muslim :
(l) Ketika berdakwah di Mekah selama l3 tahun, tantangan yang datang kepadanya silih berganti : dicaci maki, diintimidasi, diblokade ekonomi, disiksa pisik dan mentalnya bersama pengikutnya, bahkan diancam dengan pembunuhan, akhirnya terpaksa hijrah ke Thaif, 7O Km dari kota Makkah. Namun, apa yang dialami di Thaif, lebih kejam dari yang dialami di Mekah. Ia diusir, dihina, dicap orang gila, bahkan dilempari batu oleh sekelompok remaja dan pemuda akhirnya “Khudimat biddima’i na’lah”(bercucuran darah sampat ke sepatunya). Saat itu Nabi tinggalkan Thaif bersama seorang pembantunya dalam keadaan merangkak dan mandi darah. Ketika tiba disuatu pohon tempat berlindung sambil mengeringkan keringat dan tetesan darah, lalu menadahkan tangannya ke atas dan berkata: “Ya Allah, ya Tuhanku, akan ke manalagi kubawa diriku ,apakah tetap menghadapi musuh atau akan kembali ke Mekah yang juga menghadapi musuh yang sedang menanti ?. Semuanya itu aku tidak hiraukan selama Engkau tiada benci padaku”.

Dalam kondisi kritis seperti itu tiba-tiba muncul seorang malaikat penjaga gunung menawarkan dirinya, siap membantu dengan cara akan memerintahkan kepada gunung yang dalam kekuasaannya untuk menghancurkan mereka. Tapi Rasul menolak, bahkan mendoakan “ Allahummahdi qawmi fainnahum laya’lamun” (Ya Allah ampunilah umatku, karena mereka berbuat seperti itu lantaran tidak tahu, bahwa kedatangan saya akan menguntungkan mereka sendiri, jika mentaati risalahku).

Jika kita bandingkan dengan rasul lain, yang juga punya kasih sayang, misalnya Nabi Nuh, ternyata nabi itu masih mempunyai batas kesabaran, misalnya karena saking jengkelnya berdakwah ratusan tahun, yang hanya terbilang jari yang mengikutinya, bahkan anak dan isterinya ikut menantangnya, maka ia berdoa “Rabbi la tazar ‘alal ardhi minal kafirin dayyara” (Ya Allah janganlah Engkau sisakan seorangpun kafir di muka bumi ini ! ). Maka tenggelamlah orang-orang kafir pada zamannya, termasuk isteri dan anaknya.

(2) Ketika berada di Medinah dan bertetangga dengan seorang Yahudi yang memusuhinya. Si Yahudi dengan rutin setiap hari mengganggu dan mengotori pintu rumahnya dengan kotoran manusia yang menjijikkan. Namun, suatu waktu si Yahudi alpa, lalu Nabi menyiarahinya, mungkin karena sakit. Ketika Nabi menyiarahinya, si Yahudi kaget dan bertanya kepada Nabi,”apa anda tahu jika saya yang mengotori pintumu setiap pagi ?’. “Ya”, jawab Nabi, kemudian balik bertanya, “ kenapa anda tidak marah ?”. Agama saya mengajarkan, “Wa ahsin ila man asaa ilaika” (Berbuat baiklah kamu kepada orang yang berbuat jahat kepadamu), kata Nabi.

Perlakuan Nabi yang sangat kasih dan bijak terhadap dirinya, menyebabkan si Yahudi terheran-heran, lalu dengan penuh kesadaran atas rahmat Nabi, akhirnya menyatakan diri masuk Islam dengan mengucapkan syahadat “ Asyhadu annaka rasulullah” (Aku bersaksi bahwas Engkau (Muhammad) betul-betul rasul Allah).Itulah kedua contoh rahmat Nabi terhadap non muslim dan masih banyak lagi.

II.Bagaimana pula prilaku Nabi terhadap sesama muslim ?
Terhadap sesama muslim kasih sayang itu berlipat ganda. Hal ini diabadikan Alquran : (artinya) : “ Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya, tegas terhadap kaum kafir (tapi) sangat kasih sayang terhadap sesamanya “(Asyiddau ‘alal kuffar ruhamau bainahum) (QS.Al-Fath 29).

Menurut mufasir yang dimaksud “Asyiddau ‘alal kuffar “ yaitu terhadap orang kafir sangat tegas terutama masalah akidah dan ibadah, misalnya ketika kafir Quraisy menawarkan lebih baik saling toleransi berganti-ganti menyembah Tuhan Allah dan Tuhan Lata (Tuhan mereka), maka Tuhan sendiri yang mengajarkan kepada Nabi agar menjawab mereka dengan ayat : ”Lakum dinukum waliya din” (Pakailah agamamu dan saya pakai juga agamaku). Artinya masalah akidah dan ibadah, Islam tidak mengenal toleransi, tapi masalah muamalah dan pergaulan justru dianjurkan.

.Adapun yang dimaksud “ruhamau bainahum” (Kasih sayang terhadap sesamanya) ialah jika bertemu sangatlah intim misalnya bersalaman, berjabatan tangan dan berangkulan serta selalu merasakan ”Kaljasadil Wahid” (seperti tubuh yang satu, jika salah satu anggota badan sakit, maka seluruh badan harus merasakan).

Akhirnya makna Rahmat Lil’alamin, bahwa Rasul SAW bukan hanya pembawa rahmat bagi manusia muslim dan non muslim, tapi termasuk hewan,tumbuh-tumbuhan serta lingkungan alam. Tegas masalah akidah, toleransi masalah muamalah. Semoga umatnya meniru.

H. Mochtar Husein

Selasa, 19 November 2013

Keutamaan Seorang Istri Shalehah

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Keutamaan Seorang Istri Shalehah


Assalmu'alaikum wr.wb.
Bahagilah Mereka  yang memiliki IStri Shalehah bagi kaum Adam karena merekalah sebaik baiknya perhiasan dunia.
Orang-orang yang beriman kepada Allah kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :

"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23)

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al Waqiah : 35-37)

"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin." (QS. Ar Rahman : 56)

Dari sini munculah pertanyaan yang seolah-olah mempertanyakan keadilan Allah tentang laki-laki, wanita dan adanya bidadari surga. Mengapa laki-laki dijanjikan Allah memperoleh bidadari di surga? Mengapa wanita tidak dijanjikan mendapatkan bidadari di surga? Adilkah Tuhan?

Meskipun bidadari surga itu memiliki banyak kelebihan dan derajat terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan wanita dunia yang solehah. Mari kita simak percakapan Rasulullah Saw dengan salah satu isterinya yaitu Ummu Salamah r.a.

Ummu Salamah bertanya, "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?

Rasulullah saw menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."

Ummu Salamah bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"

Rasulullah saw menjawab, “Karena sholat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan:
  • Cahaya di wajah mereka
  • Tubuh mereka adalah kain sutera
  • Kulitnya putih Bersih
  • Pakaianya berwarna hijau
  • Perhiasannya kekuningan
  • Sanggulnya mutiara
  • Dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka berkata (wanita shalehah) “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya…”

Subhanallah, alangkah hebatnya Allah memuliakan wanita. Begitulah cara Allah menciptakan bidadari surga untuk memuliakan wanita sholehah. Dengan begitu apakah para suami akan memilih bidadari surga ataukah isteri sholehah yang di surga kelak menjadi sangat cantik melebihi bidadari?

Dan tak hanya di akherat, wanita solehah mendapat kemuliaan juga di dunia, sebagaimana sabda Rasullulah Saw : "Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah" (HR.Muslim)

Sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah dan sebaik-baik laki-laki adalah yang memuliakan wanita. Semoga kita menjadi muslim dan muslimah yang soleh, Allah Ta’ala berfirman:
"…dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar." (QS. An Nisa’ : 13).


“Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.

“Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah”

“Mandi junub si isteri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.

“Apabila isteri hamil ia dicatatkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.

“Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.

“Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.

“Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”. (Hadis Riwayat Tarmizi)

“Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yng difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”

Subhanallah..!!

Semoga Bermanfaat
Wallohu'alam
Wassalamu'alikum wr wb.

Bagaimana Posisi Jari Telunjuk Saat Tahiyyat?

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Bagaimana Posisi Jari Telunjuk Saat Tahiyyat?

Jari  Telunjuk Saat Tahiyyat
Tahiyyat

Perbedaan adalah Rahmat begitulah para ulama telah berbeda pendapat mengenai ketika/waktu mengangkat jari telunjuk dan digoyang-goyangkan atau digerak-gerakkan jari telunjuk ketika bacaan tasyahhud/tahiyyat semasa shalat.

Pendapat-pendapat yang masyhur ialah:
1. Mengangkat jari telunjuk dari awal bacaan tasyahhud tanpa digerak-gerakkan.
2. Mengangkat jari telunjuk dari awal bacaan tasyahhud serta digerak-gerakkan.
3. Mengangkat jari telunjuk ketika membaca kalimah syahadah, di tengah bacaan tasyahhud tanpadigerak-gerakkan.

Umat Islam yang bermazhab Syafi'i akan mengangkat jari telunjuk ketika membaca kalimah syahadah semasa bacaan tasyahhud dan tidak digoyang-goyangkan atau digerak-gerakkan jari telunjuk tersebut.

Imam an-Nawawi, seoarang ulama mazhab Syafi’iyah, mengatakan : “Dan mengangkat telunjuknya pada saat mengucapkan إلاالله (“illallah”) dan tidak menggerakkannya”. ( An-Nawawi, Minhaj al-“al-Thalibin, dicetak pada hamisy Qalyubi wa Umairah, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Indonesia. Juz.I, Hal. 164) 

Imam an-Nawawi menyatakan bahawa beliau berlapang dada dalam soal perbedaan pendapat bagi hal ini. Dan sama sekali tidak mencaci atau melemahkan di antara satu sama lainnya.

Wallahu 'alam.

Apakah Tulang Sulbi itu?

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Apakah Tulang Sulbi itu?

Alloh Menciptakan Manusia, Jin dan Makhluk lainnya dengan ciri cirinya, dan ketahuilah kebenaran akan ayat ayat Alloh, dan Hadist Rosululloh saw bahwa Islam itu Benar.  Berikut ini diantara salah satu pembenaran mengenai hadist Rosululloh saw :

Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)

Tulang sulbi

Tulang Sulbi atau dengan bahasa Inggrisnya adalah Coccyx ini adalah bagian tulang dari tubuh manusia. Terletak pada bagian terbawah dari tulang belakang.
Tulang sulbi ini adalah tulang yang pertama kali ketika manusia diciptakan oleh Allah. Dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari akhir. Hebatnya lagi tulang sulbi ini tak akan hancur dimakan tanah.

Tulang sulbi sering disebutkan dalam hadits yaitu, dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Sesungguhnya bagian tubuh manusia akan rusak, kecuali “tulang sulbi”, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dan ada satu lagi hadits tentang tulang sulbi ini:

Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)

fakta, bahwa hadits ini benar.

Seorang dokter yang berama Dr. Othman Al-Djilani dan syaikh Abdul Majid melakukan sebuah eksperimen terhadap tulang sulbi ini. Pada bulan Ramadhan 1423 atau sama dengan 2002 di tahun Masehi di Yaman.

Mereka berdua memanggang tulang punggung berikut juga dengan tulang sulbi. Dengan gas selama 10 menit hingga sampai benar-benar terbakar (tulang-tulang berubah menjadi mereha kemudian menghitam).

Kemudian mereka berdua meletakkan potongan-potongan yang telah gosong itu pada kotak steril.

Kemudian kotak steril itu mereka bawa ke labolatorium analisa terkenal di Sanaa, Yaman. Nama labolatorium itu adalah (Al Olaki Labolatory) –> Oke, tak perlu dihapal, tidak ada dalam UN kok. Hehe

Dr. Al Olaki, juga merupakan seorang professor di bidang histologi dan pathologi di Sanaa University, di Yaman. Ia menganalisa hasil potongan-potongan tulang tersebut dan menemukan bahwa sel-sel pada jaringan tulang sulbi (coccyx) dapat bertahan terhadap pembakaran.

Ternyata hanya sel-sel otot, sumsum, dan jaringan lemak saja yang terbakar. Sementara sel-sel tulang sulbi tidak terpengaruh.

Percobaan yang diatas ini membuktikan bahwa, hadits itu benar. Tulang sulbi akan tetap akan. Tak dimakan tanah, tak hancur terbakar, tahan pada kondisi apapun. SubhanaAllah bukan? Itulah, hebatnya Allah.

Jika kita gali ilmu-ilmu-Nya betapa kecilnya kita ini dihadapan Allah. Dunia saja ibarat butiran-butiran pasir. Bagaimana dengan kita yang lebih kecil daripada bumi? Sungguh Allah itu maha besar maha mengetahui.

Janganlah Ragu Akan Ajaran Rosululloh, Bahwa terbukti kebenarannya.
Wallohu'alam Semoga kita mendapat taufiq dan hidayah dari Allah Ta'ala

Sumber : Berbagai Suber

Sabtu, 16 November 2013

Tatacara Mengamalkan Surat Yasin dan Do'a Surat Yasin


Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Tatacara Mengamalkan Surat Yasin dan Do'a Surat Yasin
 
Alqur'an sebagai petunjuk bagi seluruh mahluk, oleh karena itu pahamilah dan amalkan semampuhnya, berikut ini tata cara mengamalkan salah satu surat di Al-qur'an yaitu surat Yasin
 
KHASIAT SURAT YASIN

Barang siapa membaca Surat Yasin dengan khusyuk,Niscaya Allah SWT akan menulis pahala kepadanya seperti pahalanya orang yang membaca Al Qur’an 10x.
Pada masa 1000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi para malaikat sering mendengar Allah SWT membaca Surat Yassin dan Surat Thoha. Berarti 1000 tahun sebelum kejadian penciptaan langit dan bumi Allah SWT telah menciptakan kedua surat tersebut dan sering dibaca olehNya.
Para malaikat berkata : “bagus benar susunan ayat demi ayat itu, Ya Allah kepada siapa akan diturunkan kedua surat itu..? Allah berfirman “Untuk umat Nabi akhir zaman (yakni umat Nabi Muhamad SAW).
Yassin lamaa quri’at lahu, artinya Yassin itu menurut tujuan hajat pembacanya (surat yassin itu dibaca menurut tujuan (hajat) orang yang membacanya. Jadi kalau ada hajat yang ingin diraih dengan baca surat ini sebanyak-banyaknya insya Allah degan izin Allah SWT akan terkabul) (
Sebagai bukti sudah sering terjadi,contoh sesorang menyatakan pernah membaca surat yassin sebanyak 47x pas malam hari Subhanallah segala hajatnya terkabul dan segala kesusahan hilang.

Fadhilah dan khasiat surat yasin
Pengertian Surah Yasin merupakan surat yang di turunkan di Makkah, surah ini
merupakan surat ke 36 dengan jumlah 83 ayat, dinamai yasin karena di mulai dengan huruf Ya Sin
Isi kandungan surah yasin
  • Kandungan Keimanan
  • Keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan sifat-sifatnya, Keimanan akan Alqur’an yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari akhir.
  • Kisah-Kisah 
 Kisah utusan-utusan nabi isa a.s dengan penduduk anthakiyah.
  • salah satu ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan Astronomi: semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya .

Fadhilah Surah Yasin
  • dibacakan pada orang sakaratul maut maka akan memepermudah keluarnya ruh.
  • Membaca Surah Yasin = Membaca Alqur’an 10 kali
  • Dapat memberi syafaat bagi pembacanya
  • Dimudahkan hajatnya
  • Meringankan siksa kubur
  • Menolak kejahatan
  • Di baca pada malam jum’at mendapatkan ampunan
  • Jika belum menikah akan dapat jodoh.
  • Jika ketakutan,Allah akan menghilangkan rasa takutnya itu.
  • Jika dipenjara,niscaya akan bebas.
  • Orang tersesat akan mendapat jalan lagi.
  • Orang haus akan hilang hausnya.
  • Orang sakit akan hilang sakitnya.
  • Ada lagi Namanya Surat Yassin Fadhilah, Membaca 1 kali Yassin Fadhilah setara dengan membaca Surat Yasin biasa 7 kali. Anda bisa Mendownload Surat Yassin fadhilah dalam Postingan ini.

Beberapa manfaat surah Yaasiin (Yasin), antara lain:
1. Menurut sabda Nabi Muhammad saw, siapa membaca surah Yaasiin(Yasin) satu kali, sama dengan membaca Alqur’an sampai khatam(selesai)sepuluh kali, siapa membiasakan membaca surah Yaasiin setiap malam sampai mati, maka termasuk mati syahid.
2. Jika dibaca pada waktu pagi, maka memperoleh kegembiraan sampai sore, dan jika dibaca disore hari maka dapat gembira sampai pagi.
3. Jika anda ada maksud kepada pembesar supaya berhasil, maka bacalah surah yaasiin dari rumah sebanyak 25 kali, maka insya Allah berhasil.
4. Jika dibacakan untuk orang yang akan meninggal dunia, maka tidak akan dicabut nyawanya selagi ia belum didatangi malaikat Ridwan dengan maksud memberi kegembiraan kepada orang yang akan meninggal tersebut.
5. Jika dibacakan pada mayat di dalam kubur maka diringankan siksanya, jika ditulis dan dilebur air, lalu diminum, sama dengan meminum seribu obat.
6. Khasiatnya lagi adalah dapat dipergunakan sebagai obat sakit panas, caranya dibaca sekali, setiap sampai pada lafadz “MUBIIN” dengan mengikat benang sekali sampai tujuh, kemudian diikatkan pada bahu kanannya orang yang sakit panas, maka insya Allah sehat kembali.

Mendayagunakan Surat Yasin
Pemagaran Rumah
  • Ambil Air Satu Ember Besar penuh.
  • Celupkan jari telunjuk kanan kedalam ember yang di isi air.
  • Baca Sholawat Nabi 3 X
  • Baca surah Yasin 7 X, pada ayat ke 9 baca 11 x
  • Baca Ayat Qursy 99 X
  • Baca Ayat Qursy 1 X, lalu pada ayat ter akhir baca 100 X
  • Berdo’a mohon kepada Allah, agar air bermanfaat untuk memagari rumah sehingga apabila ada ghoib fasik/ kafir akan binasa seketika itu juga.(Saat berdo’a jari telunjuk kanan tetap ada di dalam ember air).
Keterangan:
  • Setelah berdo’a, percikan air ke seluruh area rumah (Pagar, tembok rumah, pintu, genteng dll).
  • Gunakan juga sedikit untuk membersihkan lantai.
  • Masukan kedalam tangki Air dll.

DOA YASIN MILIK ALHABIB ABDULLOH BIN ALAWY AL_HADDAAD


اللَّهُمَّ إِنَّانَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَاوَأَهْلَنَا وَأَوْلاَدَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْئٍ أَعْطَيْتَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّكُلِّ ذِى شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلاَمَةِ وَحَقِّقْنَا باِلتَّقْوَى وَالإِسْتِقَامَةِ, وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاء. اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلاَدِنَا وَمَشَايِخِنَا وَإِخْوَانِنَا فِي الدِّيْنِ وَأَصْحَابِنَا وَلِمَنْ أَحَبَّنَافِيْكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, وَارْزُقْنَاكَمَالَ الْمُتَابِعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"YA Allah, sesungguhnya kami mohon pemelihraan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami. Ya Allah!Jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan syetan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kedhaliman dan dari pada kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. YA Allah! Perindahkanlah kami dengan keselamatan dan kesejahteraan. Karuniakanlah kepada kami ketaqwaan dan istiqomah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang menyebabkan kami mendapat penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar sesuatu doa. Ya Allah! Ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang mengatur alam semesta. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan! Kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad saw, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara dhahir dan batin, di dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihi!"

Senin, 11 November 2013

Keajaiban Alam | Bunga Ini Mekar Saat Mendengar Adzan

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Keajaiban Alam | Bunga Ini Mekar Saat Mendengar Adzan



Di Ajerbaizan terjadi fenomena alam yang sungguh mengagumkan. Sejumlahbunga bermekaran ketika mendengar lantunan adzan berkumandang. Seperti apa?
Seakan suara adzan yang mengalun merdu membangunkan bunga-bunga yang sedang tertidur. Stasiun televisi CNN dalam saluran videonya menayangkan fenomena mukjizat lantunan adzan itu.

Bunga-bungan yang mulanya kuncup secara ajaib ‘terbangun’ dan bermekaran tatkala adzan berkumandang. Fenomena luar biasa ini pun langsung mendapat perhatian media-media barat.
Dalam siaran persnya yang diunggah di Youtube, nampak bunga berwana kuning masih dalam kondisi kuncup sebelum adzan berkumandang. Saat suara adzan mengalun, bunga-bunga tersebut pun mekar.

Alhasil bunga-bunga ini selalu mekar setiap lima waktu shalat. Mulanya CNN tak percaya dengan fenomena ini. Hal tersebut bisa dilihat dari reaksi reporter dalam video tersebut.

Nampak reporter CNN terkesima atas fenomena yang terjadi. Tatkala suara adzan berkumandang, bunga-bunga di video tersebut langsung mekar, sang reporter pun nampak kaget.

Tidak sabar melihat bagaimana fenomena alam tersebut? Simak mukjizat bunga mekar saat mendengar lantunan suara adzan pada video Youtube berikut ini.

Sumber : http://sidomi.com

Sabtu, 09 November 2013

Cerita Penyusun Dalail Khoirot, Sayid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli ra

Kumpulan Cerita Islam (KCI) : Cerita Penyusun Dalail Khoirot, Sayid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli ra


kitab dalail khoirot
Segala puji bagi Allah yang menganugerahi hidayah kepada kita berupa iman dan Islam, yang memberikan kenikmatan kepada kita dengan suka bersholawat salam kepada baginda Rosul sebaik - baik manusia, beliaulah yang kita mintai syafa’at dan beliau pula yang mensyafa’ati kita, yang menjadi juru selamat dihari kiamat kelak.

Saya bersaksi sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, shalawat salam atas beliau, keluarga dan para sahabatnya.

Tulisan ini adalah sebagian dan sejarah perjalanan hidup seorang Imam yang alim dan amil, seorang wali Allah yang besar dan sempurna yang ma’rifat kepada Allah, yang muhaqqik dan wasil kepada-Nya, seorang tokoh terkemuka pada zamannya, yang berbeda pada masanya, Sayid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli rodliyallah ‘anhu yang mengarang kitab dalailul Khoirot

Nasab

Adapun nasabnya adalah Sayid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman bin Abdurrohman bin Abu Bakar bin Sulaiman bin Ya’la bin Yakhluf bin Musa bin ‘Ali bin Yusuf bin Isa bin Abdulloh bin Jundur bin Abdurrohman bin Muhammad bin Ahmad bin Hasan bin Isma’il bin Ja’far bin Abdulloh bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abu Tholib Karramallahu Wajhah.

Kelahiran

Beliau dilahirkan di Jazulah yaltu di sebuah kabilah dan Barbar di pantai negeri Maghrib {Maroko} Afrika. Beliau belajar di Fas yaitu sebuah kota yang cukup ramai yang terletak tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan Mesir. Jarak antara Fas dan Mesir kira-kira 36 derajat 17 daqiqoh atau sekitar 4.064 km. Dikota Fas beliau belajar hingga menjadi sangat banyak menguasai ilmu yang bermacam-macam sehingga namanya tersohor, kemudian beliau mengarang kitab “Dalail al Khoirat”.

Sejarah Menjelang Mengarang Kitab Dalailul Khoirot

Adapun sebab musabah beliau mengarang kitab Dalailul Khoirot adalah karena pada suatu saat beliau singgah di suatu desa bertepatan dengan waktu (habisnya) sholat dhuhur; tetapi beliau tidak menjumpai seorangpun yang dapat beliau tanyai untuk mendapatkan air wudlu.

Akhirnya beliau menemukan sebuah sumur yang tidak ada timbanya, maka beliau berputar-putar di sekitar sumur itu dalam keadaan bingung karena tidak ada alat untuk menimba air. Tetapi kemudian beliau dilihat oleh seorang anak perempuan kecil yang berusiya sekitar tujuh tahun. Anak itu bertanya kepada Sayid Muhammad al-Jazuli,

“Ya Syekh, mengapa anda nampak bingung berputar-putar disekitar sumur Syekh menjawab,”Saya Muhammad bin sulaiman”.

Anak itu bertanya lagi, “Apa yang hendak tuan kebijakan ?“.

Syekh menjawab, “Waktu sholat dhuhurku sudah sempit, tetapi saya belum mendapatkan air untuk berwudlu”.

Anak kecil itu bertanya, apakah dengan namamu yang sudah terkenal ia tidak bisa (hanya sekedar) mendapatkan air wudlu dan dalam sumur? Tunggulah sebentar!“

Kemudian anak kecil itu mendekat ke bibir sumur dan meniupnya sekali, tiba-tiba airnya mengalir dan memancarkan di sekitan sumur seperti sungai besar.

Kemudian anak kecil itu pulang kerumahnya, dan Syekh Muhammad Al-Jazuli pun segera berwudlu dan melaksanakan sholat dluhur.

Setelah Al -Jazuli rumah itu Syekh Muhammad bergegas mendatangi anak perempuan kecil itu, sesampainya di sana beliau mengetuk pintu. Anak kecil itu berkata, “Siapa itu ?“, maka syekh menjawab, “Wahai anak perempuanku, saya bertanya kepadamu, demi Allah dan kemahaagungan-Nya yang menciptakan kamu dan menunjuikan kepadamu terhadap Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi dan Rasulmu yang diharap-harapkan syafaatnya, saya harap engkau mau menemuiku, saya hendak menanyakan tentang satu hal”.

Ketika anak itu menemui beliau, Syekh Muhammad Al-Jazuli bersumpah, “Aku bersumpah kepadamu demi kemahaagungan Allah, demi kemahakuasaan-Nya, demi kemahamemberi-Nya, demi kemahasempurnaan-Nya dan demi Nabi Muhammad yang sholawat salam atas beliau, para shahabat, isteri dan putra-putra beliau, demi risalah beliau dan demi syafaat beliau, aku mohon kamu mau menceritakan kepadaku dengan apakah kamu bisa mendapatkan martabat yang tinggi {sehingga dapat mengeluarkan air dan sumur tanpa menimba} ?“.

Anak perempuan kecil itu menjawab, : “Kalaulah tidak karena sumpahmu itu wahai Syekh, tentulah aku tidak mau menceritakannya. Saya mendapatkan keistimewaan yang demikian itu karena membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.” Setelah peristiwa itu kemudian Syekh Muhammad Al-Jazuli radliallahu anhu mengarang kitab “Dalail al Khairat” di kota Fas. Dan sebelum beliau mensosialisasikan kitab itu ia mendapat ilham untuk pulang kembali ke tanah kelahirannya. Maka beliau kembali dan Fas kedesa beliau ditepi daerah Jazulah. Kemudian beliau dengan kesendiriannya itu bertemu Syekh Abu Abdilah Muhammad bin Abdullah Al-Shaghir seorang penduduk dipinggiran desa dan beliau berguru Dalail kepadanya.

Kemudian Syekh Muhammad Al-Jazuli melaksanakan kholwat untuk beribadah selama 14 tahun dan kemudian keluar dan kholwatnya untuk mengabdikan din dan menyempurnakan pentashihan (pembetulan) kitab “Dalait al Khoirot” pada hari jum’at, 6 Rabi’ul Awwal 82 H. delapan tahun sebelum hari wafatnya.

Adapun Thoriqoh beliau disandarkan pada Syekh Syadzili yang belajar dan Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Abdul Mudhor Al-Munithi dan Sayid Abu Utsman Sa’id Al-Hartanai dan Sayid Abi Zaid Abdurrahman Al-Rajnaji dan Sayid Abul Fadhil Al-Hindi dan Syekh Ihus Uwais Zamanihi dan Sayid Abu Abdilah Al-Maghribi seorang pengembara yang dimakamkan di Damnaliur AlBukhairoh dan pengikut para orang sholih dan kelompok Thoriholnya muslikin dan seagung-agungnya orang-orang ma’nifat dan Imamnya para wasil, Abul Aqthob yang diperlihatkan oleh Allah terhadap semua pengikutnya sebagai penerus barisan para keturunan Al Hasyimiyyah dan keturunan Nabi, Sayid Abul Hasan ‘Ali Al-Syadzali radtiyallahu ‘anhu yang dilahirkan pada tahun 595 H. dan wafat pada tahun 656 H

Dinegerinya sebelum beliau merealisasikanSepuluh hal sebagaimana beliau berkata: “Masih ada sepuluh tahun untukmu”, dan beliau mewariskan banyak teman. Adapun murid-murid beliau banyak sekali, diantaranya adalah Syekh Abu Abdillah Muhammad Al-Shoghir Al-Sahli dimana beliau adalah yang tertua dan sahabatnya yang lain, yang menemaninya dalam meriwayatkan Dalail. Kemudian Syekh Abu Muhammad Abdul Karim Al-Mandari dan juga Syekh Abdul ‘Aziz Ab-Tiba’ dan beliaulah Sayid dan Gum Sanadku (Mu’aUif dintana Guru saya Sayid Ahmad Musa Al-Samlali berguru kepadanya dan kemudian Sayid Ahmad bin Abbas A1-Shom’i berguru kepadanya dan kemudian Sayid Mufri Abdul Qodir Al-Fasi belajar kepadanya dan kemudian Sayid Ahmad bin Al-Haj belajar kepadanya kemudian Sayid Muhammad bin Ahmad bin Ahmad bin Al-Matsani belajar kepadanya dan kemudian Sayid Muhammad bin Abmad A1-Mudghiri belajar kepadanya dan kemudian Sayid All bin Yusuf Al-Hariri Al-Madanibelajar kepadanya dan kemudian Sayid Muhammad Amin Al-Madani belajar kepadanya dan kemudian Al-Quthbu Al-Rais Sayid Muhammad Idris belajar kepadanya dan kemudian Al Quthbu Al-Rasyid Sayid Abdul Mu’id radliyallahu ‘anhurn dan santrinya yang dijuluki dengan Muhammad Ma’ruf yang belajar kepadanya.

Syekh Muhammad Al-Jazuli Mendidik

Syekh Muhammad Al-Jazuli pada mulanya mulai mendidik para muridin dipinggiran Asafi di mana banyak sekali orang yang sadar dan bertaubat atas bimbingannya. Dzikirnya begitu terkenal, tersebar dan diamaikan orang-orang diberbagai negeri dan nampaklah keistimewaan yang besar dan keramat-keramatnya. Syekh Muhammad Al-Jazuli senantiasa berpegang teguh terhadap hukum-hukum Allah SWT dengan melaksanakan ajaran A1-Qur’an dan Sunnah rosul shallalluhu ‘alaihi wassalani. Kemudian beliau pindah dan Asafi kesuatu tempat yang terkenal dengan afrigal. Kemudian beliau membangun masjid dan menetap ditempat itu untuk tetap mendidik dan membimbing para muridin ke jalan yang benar sesuai petunjuk Allah.

Jelaslah cahaya keberkahan beliau, nampaklah tanda-tanda kerahasiaannya dan para faqir dan orang-orang yang tekun membaca dan dzikir kepada Allah dan membaca sholawat Nabi semakin banyak Dzikir-dzikir beliau dikenal disegenap penjuru dan pam pengikutnya pun tersebar disetiap bagian negeri sehingga menjadi semarak dan hiduplah negeri Maghribi. Syekh Muhammad Al-Jazuli memperbaharui Thoriqot di Maghribi setelah pengaruh-pengaruh dari pengajarannya. Syekh Muhammad Al-Jazuli benar-benar seorang yang mencurahkan waktunya untuk menolong dan memberikan manfa’at kepada ummat Beliau juga mengutus para sahabatnya keberbagai negeri untuk menda’wahkan hukum Allah dan mendorong mereka ke jalan Allah.

Banyak sekali orang mengikuti dan mengamalkan Thoriqotnya. Mereka juga banyak yang datang langsung kepada Syekh Muhammad A1-Jazuli untuk bertaqurrub dan mencari ridho Allah. Junilali dan pengikut itu mencapai 12665 orang dimana kesemuanya itu bisa mendapatkan fadhilah menurut kadar martabat dan kedekatan mereka dengan Syekh Muhammad Al-Jazuli.


Wafatnya Syekh Muhammad Al Jazuli

Beliau wafat waktu melaksanakan sholat subuh pada sujud yang pertama (atau pada sujud yang kedua menurut satu riwayat) tanggal 16 Rabi’ul Awwal 870 H. Beliau dimakamkan setelah waktu sholat dhuhur pada hari itu juga di tengah masjid yang beliau bangun.

Sebagian dan keramaltnya adalah setelah 77 tahun dan wafat beliau, makam beliau dipindahkan Maralisy, dan ternyata ketika jenazah beliau dikeluarkan dan kubur, keadaan jenazah itu masih utuh seperti ketika beliau dimakamkan. Rambut dan jenggot beliau masih nampak bersih dan jelas seperti pada hari beliau dimakamkan. Makam beliau di Markasy sering diziarabi oleh banyak orang.

Sebagian besar dan peziarah itu membaca Dalil al Khairat disana, sehingga dijumpai di makam itu bau minyak misik yang amat harum karena begitu banyak di bacakan sholawat salam kepada nabi muhamad, para sahabat dan keluarga beliau. kisah wangi semerbak itu adalah sebagian dari sejarah yang lain tentang beliau bahwa para orang sholeh dari berbagai penjuru dari masa ke masa senantiasa membaca dan mengamalkan kitab beliau yaitu dalail al khoirot.

Akhirnya beliau mendapat perdikat sebagai seutama-utamanya orang yang bersama Rosul SAW kelak karena banyaknya pengikut beliau untuk membaca Sholawat, sebagai mana Rosululloh SAW bersabda, “Seutama utama manusia bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca Sholawat untukku”

Syekh al-Khafidh Abu Na’im berkata, “ Sejarah besar tentang Syeh Muhamad Al-Jazuli ini benar-benar sesuai dengan hadist dan fatwa para sahabat tentang membaca sholawat kepada Nabi ni saya telah menuqilnya meskipun banyak para ulama’ yang mengetahuinya secara pasti, sebagai mana disabdakan Nabi, “Sedekat-dekatnya orang yang lebih berhak mendapat syafa’atku pada hari kiamat besok adalah orang yang paling banyak membaca sholawat pada waktu ia masih di dunia”

Segala puji bagi Alloh tanpa batas, Sholawat salam atas Rosululloh SAW para sahabat dan keluarganya. Amien.

Janganlah Saling Mencaci, kembali kepada diri kita.  kita benahi cacat cacat bathin diri kita, sesungguhnya jika kita selalu mencari kesalahan org lain maka kita itu cacat seperti orang itu apalagi mencaci sebuah kebenaran maka hati kita akan gelap gulita.
Jika Hendak Ijazah Kitab Dalail Khoerot Hubungi : Ustdz Aang/0858 7114 8555

Copyright @ 2013 ilmu tentang islam.